Konsep Teori Hierarki Kebutuhan Maslow
Konsep hierarki
kebutuhan dasar ini bermula ketika Maslow melakukan observasi
terhadap perilaku monyet. Berdasarkan pengamatannya, didapatkan kesimpulan
bahwa beberapa kebutuhan lebih diutamakan dibandingkan dengan kebutuhan yang
lain. Contohnya jika individu merasa haus, maka individu akan cenderung untuk
mencoba memuaskan dahaga. Individu dapat hidup tanpa
makanan selama berminggu-minggu. Tetapi
tanpa air, individu hanya dapat hidup selama beberapa hari saja karena
kebutuhan akan air lebih kuat daripada kebutuhan akan makan.
Kebutuhan-kebutuhan ini sering
disebut Maslow sebagai kebutuhan-kebutuhan dasar yang digambarkan sebagai
sebuah hierarki atau tangga yang menggambarkan tingkat kebutuhan. Terdapat lima
tingkat kebutuhan dasar, yaitu : kebutuhan fisiologis,
kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa memiliki dan kasih
sayang, kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi
diri Maslow memberi hipotesis bahwa setelah individu memuaskan kebutuhan
pada tingkat paling bawah, individu akan memuaskan kebutuhan pada tingkat yang
berikutnya. Jika pada tingkat tertinggi tetapi kebutuhan dasar tidak
terpuaskan, maka individu dapat kembali pada tingkat kebutuhan yang sebelumnya.
Menurut Maslow, pemuasan berbagai kebutuhan tersebut didorong oleh dua kekuatan
yakni motivasi kekurangan (deficiency motivation) dan motivasi
perkembangan (growth motivation). Motivasi kekurangan bertujuan untuk
mengatasi masalah ketegangan manusia karena berbagai kekurangan yang ada.
Sedangkan motivasi pertumbuhan didasarkan atas kapasitas setiap manusia untuk
tumbuh dan berkembang. Kapasitas tersebut merupakan pembawaan dari setiap
manusia.
Hierarki
Kebutuhan Maslow
1. Kebutuhan
Fisiologis
Kebutuhan paling dasar pada setiap
orang adalah kebutuhan fisiologis yakni kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya
secara fisik.
Kebutuhan-kebutuhan itu seperti kebutuhan akan makanan, minuman, tempat
berteduh, seks, tidur dan oksigen. Kebutuhan-kebutuhan fisiologis adalah potensi paling dasar dan besar bagi
semua pemenuhan kebutuhan di atasnya. Manusia yang lapar akan selalu
termotivasi untuk makan, bukan untuk mencari teman atau dihargai. Manusia akan
mengabaikan atau menekan dulu semua kebutuhan lain sampai kebutuhan
fisiologisnya itu terpuaskan. Di masyarakat yang sudah mapan, kebutuhan untuk
memuaskan rasa lapar adalah sebuah gaya hidup. Mereka biasanya sudah memiliki
cukup makanan, tetapi ketika mereka berkata lapar maka yang sebenarnya mereka
pikirkan adalah citarasa makanan yang hendak dipilih, bukan rasa lapar yang
dirasakannya. Seseorang yang sungguh-sungguh lapar tidak akan terlalu peduli
dengan rasa, bau, temperatur ataupun tekstur makanan.
Kebutuhan fisiologis berbeda dari
kebutuhan-kebutuhan lain dalam dua hal. Pertama, kebutuhan fisiologis adalah
satu-satunya kebutuhan yang bisa terpuaskan sepenuhnya atau minimal bisa
diatasi. Manusia dapat merasakan cukup dalam aktivitas makan sehingga pada
titik ini, daya penggerak untuk makan akan hilang. Bagi seseorang yang baru
saja menyelesaikan sebuah santapan besar, dan kemudian membayangkan sebuah
makanan lagi sudah cukup untuk membuatnya mual. Kedua, yang khas dalam
kebutuhan fisiologis adalah hakikat pengulangannya. Setelah manusia makan,
mereka akhirnya akan menjadi lapar lagi dan akan terus menerus mencari makanan
dan air lagi. Sementara kebutuhan di tingkatan yang lebih tinggi tidak terus
menerus muncul. Sebagai contoh, seseorang yang minimal terpenuhi sebagian
kebutuhan mereka untuk dicintai dan dihargai akan tetap merasa yakin bahwa
mereka dapat mempertahankan pemenuhan terhadap kebutuhan tersebut tanpa harus
mencari-carinya lagi.
2. Kebutuhan
Akan Rasa Aman
Setelah kebutuhan-kebutuhan
fisiologis terpuaskan secukupnya, muncullah apa yang disebut Maslow sebagai
kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman. Kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman ini
diantaranya adalah rasa aman fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan
dan kebebasan dari daya-daya mengancam seperti perang, terorisme,
penyakit, takut, cemas, bahaya, kerusuhan dan bencana alam. Kebutuhan akan rasa
aman berbeda dari kebutuhan fisiologis karena kebutuhan ini tidak bisa
terpenuhi secara total. Manusia tidak pernah dapat dilindungi sepenuhnya dari
ancaman-ancaman meteor, kebakaran, banjir atau perilaku berbahaya orang lain.
Menurut Maslow, orang-orang yang
tidak aman akan bertingkah laku sama seperti anak-anak yang tidak aman. Mereka
akan bertingkah laku seakan-akan selalu dalam keadaan terancam besar. Seseorang
yang tidak aman memiliki kebutuhan akan keteraturan dan stabilitas secara
berelebihan serta akan berusaha keras menghindari hal-hal yang bersifat asing
dan yang tidak diharapkannya.
3. Kebutuhan
Akan Rasa Memiliki Dan Kasih Sayang
Jika kebutuhan fisiologis dan
kebutuhan akan rasa aman telah terpenuhi, maka muncullah kebutuhan akan cinta,
kasih sayang dan rasa memiliki-dimiliki. Kebutuhan-kebutuhan ini meliputi
dorongan untuk bersahabat, keinginan memiliki pasangan dan keturunan, kebutuhan
untuk dekat pada keluarga dan kebutuhan antarpribadi seperti kebutuhan untuk
memberi dan menerima cinta. Seseorang yang kebutuhan cintanya sudah relatif
terpenuhi sejak kanak-kanak tidak akan merasa panik saat menolak cinta. Ia akan
memiliki keyakinan besar bahwa dirinya akan diterima orang-orang yang memang
penting bagi dirinya. Ketika ada orang lain menolak dirinya, ia tidak akan
merasa hancur. Bagi Maslow, cinta menyangkut suatu hubungan sehat dan penuh
kasih mesra antara dua orang, termasuk sikap saling percaya. Sering kali cinta
menjadi rusak jika salah satu pihak merasa takut jika kelemahan-kelemahan serta
kesalahan-kesalahannya. Maslow juga mengatakan bahwa kebutuhan akan cinta
meliputi cinta yang memberi dan cinta yang menerima. Kita harus memahami cinta,
harus mampu mengajarkannya, menciptakannya dan meramalkannya. Jika tidak, dunia
akan hanyut ke dalam gelombang permusuhan dan kebencian.
4. Kebutuhan
Akan Penghargaan
Setelah kebutuhan dicintai dan
dimiliki tercukupi, manusia akan bebas untuk mengejar kebutuhan akan
penghargaan. Maslow menemukan bahwa setiap orang yang memiliki dua kategori
mengenai kebutuhan penghargaan, yaitu kebutuhan yang lebih rendah dan lebih
tinggi.Kebutuhan yang rendah adalah kebutuhan untuk menghormati orang lain,
kebutuhan akan status, ketenaran, kemuliaan, pengakuan, perhatian, reputasi, apresiasi, martabat, bahkan dominasi.
Kebutuhan yang tinggi adalah kebutuhan akan harga diri termasuk perasaan,
keyakinan, kompetensi, prestasi, penguasaan, kemandirian dan kebebasan. Sekali
manusia dapat memenuhi kebutuhan untuk dihargai, mereka sudah siap untuk
memasuki gerbang aktualisasi diri, kebutuhan tertinggi yang
ditemukan Maslow.
5. Kebutuhan
Akan Aktualisasi Diri
Tingkatan terakhir dari kebutuhan
dasar Maslow adalah aktualisasi diri. Kebutuhan aktualisasi diri adalah
kebutuhan yang tidak melibatkan keseimbangan, tetapi melibatkan keinginan yang
terus menerus untuk memenuhi potensi.Maslow melukiskan kebutuhan ini sebagai
hasrat untuk semakin menjadi diri sepenuh kemampuannya sendiri, menjadi apa
saja menurut kemampuannya. Awalnya Maslow berasumsi bahwa kebutuhan untuk
aktualisasi diri langsung muncul setelah kebutuhan untuk dihargai terpenuhi. Akan
tetapi selama tahun 1960-an, ia menyadari bahwa banyak anak muda di Brandeis memiliki pemenuhan yang
cukup terhadap kebutuhan-kebutuhan lebih rendah seperti reputasi dan harga
diri, tetapi mereka belum juga bisa mencapai aktualisasi diri.
- Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan untuk makan, minum, perlindungan fisik, bernapas, seksual. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat terendah atau disebut pula sebagai kebutuhan yang paling dasar.
- Kebutuhan rasa aman, yaitu kebutuhan akan perlindungan diri dari ancaman, bahaya, pertentangan, dan lingkungan hidup.
- Kebutuhan untuk rasa memiliki (sosial), yaitu kebutuhan untuk diterima oleh kelompok, berafiliasi, berinteraksi, dan kebutuhan untuk mencintai serta dicintai.
- Kebutuhan akan harga diri, yaitu kebutuhan untuk dihormati dan dihargai oleh orang lain.
- Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri, yaitu kebutuhan untuk menggunakan kemampuan, skill dan potensi. Kebutuhan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide-ide, gagasan dan kritik terhadap sesuatu
Dari penjelasan diatas mengenai teori hierarki kebutuhan Maslow serta kebutuhan yang relevan dengan perilaku dalam organisasi dapat disimpulkan bahwa Maslow telah menyusun kebutuhan-kebutuhan manusia dalam lima tingkat yaitu fisiologi, keamanan, sosial, harga diri, dan aktualisasi diri sedangkan bertujuan untuk membuat seluruh potensi yang ada dalam diri seseorang sebagai suatu wujud nyata yaitu dalam bentuk usaha aktualisasi diri.
Sumber:
Leavitt, J.H., 1992 Psikologi Manajemen. Jakarta: Penerbit Erlangga
http://andiani-nitnoet.blogspot.co.id/2013/12/mempengaruhi-perilaku-kekuasaan-teori.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Teori_hierarki_kebutuhan_Maslow

Tidak ada komentar:
Posting Komentar