Motivasi
Menurut
Wikipedia Motivasi adalah proses
yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk
mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini diantaranya adalah
intensitas, arah, dan ketekunan.
Istilah
dalam Pengertian Motivasi berasal dari perkataan Bahasa Inggris yakni
motivation. Namun perkataan asalnya adalah motive yang juga telah digunakan
dalam Bahasa Melayu yakni kata motif yang berarti tujuan atau segala upaya
untuk mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu.
Secara
ringkas, Pengertian Motivasi dapat diartikan sebagai tujuan atau pendorong,
dengan tujuan sebenarnya yang menjadi daya penggerak utama bagi seseorang dalam
berupaya dalam mendapatkan atau mencapai apa yang diinginkannya baik itu secara
positif ataupun negatif. Selain itu, Pengertian Motivasi merupakan suatu
perubahan yang terjadi pada diri seseorang yang muncul adanya gejala perasaan,
kejiwaan dan emosi sehingga mendorong individu untuk melakukan atau bertindak
sesuatu yang disebabkan karena kebutuhan, keinginan dan tujuan.
Pengertian Motivasi menurut para ahli
- Menurut Sardiman (2006:73)
Pengertian
Motivasi merupakan daya penggerak dari dalam untuk melakukan kegiatan untuk
mencapai tujuan.
- Menurut Hamalik (1992:173)
Pengertian
Motivasi merupakan perubahan energi dalam diri atau pribadi seseorang yang
ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan.
- Menurut Sardiman (2006:73)
Pengertian
Motivasi merupakan perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan
munculnya felling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.
- Menurut Mulyasa (2003:112)
Pengertian
Motivasi merupakan tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya
tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Peserta didik akan
bersungguh-sungguh karena memiliki motivasi yang tinggi.
Dapat
disimpulkan bahwa Pengertian Motivasi dalam belajar merupakan segala daya
penggerak di dalam diri siswa yang muncul terhadap kegiatan yang akan menjamin
kelangsungan dalam belajar dan mengarahkan pada kegiatan belajar pula sehingga
terwujudnya tujuan kegiatan belajar yang dikehendaki. Dorongan seseorang dalam
belajar merupakan kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam memenuhi
segala harapan dan dorongan inilah yang menjadi pencapaian tujuan tersebut.
Teori
Drive-Reinforcement
Teori ini didasarkan atas hubungan sebab dan akibat
dari perilaku dengan pemberian konpensasi. Misalnya promosi seorang karyawan
itu tergantung dari prestasi yang selalu dapat dipertahankan. Sifat
ketergantungan tersebut bertautan dengan hubungan antara perilaku dan kejadian
yang mengikuti perilaku tersebut. Teori penguatan ini terdiri
dari dua jenis, yaitu :
1. Penguatan Positif (Positive Reinforcement),
yaitu bertambahnya frekuensi perilaku, terjadi jika penguatan positif diterapkan secara bersyarat.
2. Penguatan Negatif (Negative
Reinforcement), yaitu bertambahnya frekuensi perilaku, terjadi jika penguatan negatif dihilangkan secara bersyarat.
A. Pengertian Teori Drive
Teori
”drive” bisa diuraikan sebagai teori-teori dorongan tentang motivasi, perilaku
didorong ke arah tujuan oleh keadaan-keadaan yang mendorong dalam diri
seseorang atau binatang. Secara umum, teori-teori drive mengatakan hal-hal
berikut: ketika suatu keadaan dorongan internal muncul, individu didorong untuk
mengaturnya dalam perilaku yang akan mengarah ke tujuan yang mengurangi
intensitas keadaan yang mendorong. Manusia dapat
mencapai tujuan yang memadai, yang
mengurangi keadaan dorongan apabila dapat menyenangkan dan memuaskan. Jadi
motivasi dapat dikatakan terdiri dari:
·
Suatu
keadaan yang mendorong.
·
Perilaku
yang mengarah ke tujuan yang diilhami oleh keadaan terdorong.
·
Pencapaian
tujuan yang memadai.
·
Pengurangan
dan kepusaan subjektif dan kelegaan ke tingkat tujuan yang tercapai.
Setelah
keadaan itu, keadaan terdorong akan muncul lagi untuk mendorong perilaku ke
arah tujuan yang sesuai. Pengulangan kejadian yang baru saja diuraikan
seringkali disebut lingkaran korelasi. Teori-teori
Drive berbeda dalam sumber dari keadaan terdorong yang memaksa manusia atau
binatang bertindak. Beberapa teori, termasuk teori Freud, dipahami oleh keadaan
terdorong sejak belum lahir, atau instingtif. Tentang perilaku binatang,
khususnya ahli ethologi telah mengusulkan suatu penjelasan suatu mekanisme
dorongan sejak kelahiran (Tinbergen, Lorenz, dan Leyhausen
dalam Morgan, dkk. 1986). Teori-teori drive yang lain telah
mengembangkan peran belajar dalam keadaan
terdorong. Contohnya, dorongan yang dipelajari (learned drives), seperti yang dikatakan, keaslian
dalam latihan seseorang atau binatang atau pengalaman masa lalu dan yang
berbeda dari satu individu ke individu yang lain. Dalam realisasi motif sosial, orang telah belajar dorongan untuk berkuasa, agresi atau prestasi. Keadaan terdorong yang dipelajari menjadi ciri
abadi dari orang tertentu dan mendorong orang itu
ke arah tujuan yang memadai, orang lain mungkin belajar motif sosial yang lain
dan didorong ke arah tujuan yang berbeda.
B.
Teori Pengukuhan (Reinforcement Theory)
Teori ini
mempunyai dua aturan pokok: aturan pokok yang berhubungan dengan perolehan
jawaban-jawaban yang benar dan aturan pokok
lain yang berhubungan dengan penghilangan jawaban-jawaban yang salah. Penguatan dapat terjadi positif (pemberian ganjaran untuk satu jawaban yang
diinginkan) atau negatif (menghilangkan satu rangsang aversif jika jawaban yang
diinginkan telah diberikan), tetapi organisme harus membuat antara aksi atau
tindakannya dengan sebab akibat. Siegel dan
Lane (1982), mengutip Jablonke dan De Vries menyatakan tentang bagaimana manajemen dapat meningkatakan
motivasi tenaga kerja., yaitu dengan:
1. Menentukan apa jawaban yang
diinginkan.
2. Mengomunikasikan dengan jelas
perilaku ini kepada tenaga kerja.
3.
Mengomunikasikan
dengan jelas ganjaran apa yang akan diterima tenaga kerja
jika jawaban yang benar terjadi.
4. Memberikan ganjaran hanya jika jika
jawaban yang benar dilaksanakan.
5.
Memberikan
ganjaran kepada jawaban yang diinginkan, yang terdekat dengan kejadiannya.
Nadler dan
Lawler (1976) atas teori harapan menyarankan beberapa cara tertentu yang
memungkinkan manajer dan organisasi menangani urusan
mereka untuk memperoleh motivasi maksimal dari pegawai :
1.
Pastikan
jenis hasil atau ganjaran yang mempunyai nilai bagi pegawai.
2. Definisikan
secara cermat, dalam bentuk perilaku yang dapat diamati dan diukur, apa yang
dinginkan dari pegawai.
3.
Pastikan
bahwa hasil tersebut dapat dicapai oleh pegawai.
4.
Kaitkan
hasil yang dinginkan dengan tingkat kinerja yang diinginkan.
5.
Pastikan
bahwa ganjaran cukup besar untuk memotivasi perilaku yang penting.
6. Orang
bekinerja tinggi harus menerima lebih banyak ganjaran yang diinginkan daripada
orang yang berkinerja rendah.
Terdapat empat konsep dasar yang perlu dipahami dengan
jelas, yaitu:
1.
Perangsang
(drive)
Suatu keadaan yang timbul di dalam diri seseorang.
Contoh: perangsang primer dan sekunder. Primer seperti lapar (tidak dapat dipelajari).
Sekunder seperti rasa penasaran untuk hadir pada pembicaraan tinjauan balikan
prestasi (yang dapat dipelajari).
2.
Stimulus
Suatu petunjuk adanya peristiwa untuk tanggapan. Contoh: permintaan seorang supervisor adalah suatu stimulus untuk menyelesaikan pekerjaan, dan waktu pada jam dinding adalah suatu stimulus untuk bangun dan pergi ke pertemuan rapat komisi.
Suatu petunjuk adanya peristiwa untuk tanggapan. Contoh: permintaan seorang supervisor adalah suatu stimulus untuk menyelesaikan pekerjaan, dan waktu pada jam dinding adalah suatu stimulus untuk bangun dan pergi ke pertemuan rapat komisi.
3. Tanggapan
Suatu hasil perilaku dari stimulus. Contoh: aktivitas dari orang yang bersangkutan, tanpa memandang apakah stimulus itu dapat diidentifiksasikan atau aktivitas tersebut dapat diamati.
Suatu hasil perilaku dari stimulus. Contoh: aktivitas dari orang yang bersangkutan, tanpa memandang apakah stimulus itu dapat diidentifiksasikan atau aktivitas tersebut dapat diamati.
4.
Penguat
Suatu setiap obyek datau kejadian yang membantu meningkatkan atau mempertahankan kekuatan sebuah tanggapan. Contoh: pujian dari atasan, kenaikan gaji, dan alih tugas ke pekerjaan yang diinginkan.
Suatu setiap obyek datau kejadian yang membantu meningkatkan atau mempertahankan kekuatan sebuah tanggapan. Contoh: pujian dari atasan, kenaikan gaji, dan alih tugas ke pekerjaan yang diinginkan.
Contoh teori
drive-reinforcement: Seorang karyawan yang bekerja lembur, diberi bonus
tambahan oleh bosnya. Karena itu, karyawan tersebut lebih rajin bekerja lembur.
SUMBER :
http://andyinis-journal.blogspot.co.id/2013/10/motivasi_28.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar