Definisi pengaruh
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI)
arti kata pengaruh
adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut
membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang: besar sekali --
orang tua terhadap watak anaknya;
Sementara
itu, Surakhmad (1982:7) menyatakan
bahwa pengaruh adalah kekuatan yang muncul dari suatu benda atau orang
dan juga gejala dalam yang dapat memberikan perubahan terhadap apa-apa yang ada
di sekelilingnya. Jadi, dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa
pengaruh merupakan suatu daya atau kekuatan yang timbul dari sesuatu, baik itu
orang maupun benda serta segala sesuatu yang ada di alam sehingga
mempengaruhi apa-apa yang ada di sekitarnya.
Pengertian
Pengaruh Menurut Wiryanto
Pengaruh merupakan tokoh formal mauoun informal di dalam masyarakat, mempunyai ciri lebih kosmopolitan, inovatif, kompeten, dan aksesibel dibanding pihak yang dipengaruhi
Pengaruh merupakan tokoh formal mauoun informal di dalam masyarakat, mempunyai ciri lebih kosmopolitan, inovatif, kompeten, dan aksesibel dibanding pihak yang dipengaruhi
Pengertian
Pengaruh Menurut Norman Barry
Pengaruh adalah suatu tipe kekuasaan yang jika seorang yang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi yang terbuka tidak merupakan motivasi yang mendorongnya
Pengaruh adalah suatu tipe kekuasaan yang jika seorang yang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi yang terbuka tidak merupakan motivasi yang mendorongnya
Pengertian
Pengaruh Menurut Uwe Becker
Pengaruh adalah kemampuan yang terus berkembang yang – berbeda dengan kekuasaan – tidak begitu terkait dengan usaha memperjuangkan dan memaksakan kepentingan
Pengaruh adalah kemampuan yang terus berkembang yang – berbeda dengan kekuasaan – tidak begitu terkait dengan usaha memperjuangkan dan memaksakan kepentingan
Pengertian
Pengaruh Menurut Robert Dahl
A mempunyai pengaruh atas B sejauh ia dapat menyebabkan B untuk berbuat sesuatu yang sebenarnya tidak akan B lakukan
A mempunyai pengaruh atas B sejauh ia dapat menyebabkan B untuk berbuat sesuatu yang sebenarnya tidak akan B lakukan
Pengertian
Pengaruh Menurut Bertram Johannes Otto
Schrieke
Pengaruh merupakan bentuk dari kekuasaan yang tidak dapat diukur kepastiannya
Pengaruh merupakan bentuk dari kekuasaan yang tidak dapat diukur kepastiannya
Pengertian
Pengaruh Menurut Jon Miller
Pengaruh merupakan komoditi berharga dalam dunia politik Indonesia
Pengertian
Pengaruh Menurut Albert R. Roberts &
Gilbert
Pengaruh adalah wajah kekuasaan yang diperoleh oleh orang ketika mereka tidak
memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan
Perilaku(Notoatmodjo,
2003) adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan
yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja,
kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya. Dari uraian ini dapat disimpulkan
bahwa yang dimaksud perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas
manusia, baik yang diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak
luar
Kunci-kunci
Perubahan Perilaku
Membentuk dan Meningkatkan Kualitas
Perilaku
Seperti
disebutkan , perilaku adalah personality itu sendiri, dan bentuk personality
adalah perilaku. Perilaku dibentuk dari keterkaitan antara daya intelektual dan
perbuatan. Artinya, bagaimana dia berpikir begitulah dia berbuat, dan
sebaliknya. Daya intelektual adalah potensi alamiah manusia yang telah
diberikan oleh Tuhan dengan maksud agar manusia dapat menjadi khalifah di muka
bumi, sekaligus menjauhkan dirinya dari berperilaku seperti binatang. Daya
intelektual ini bisa disebut dengan ‘idealisme’.
Potensi
harus digunakan sebaik mungkin. Rasa ingin tahu, banyak memiliki informasi atau
mengaitkan informasi dengan fakta yang ada merupakan bagian dari potensi daya
intelektual. Jadi, yang harus dilakukan oleh manusia adalah banyak melakukan
pembelajaran, kajian ataupun diskusi sehingga memiliki cara pandang tertentu.
Dalam hal ini P2KP memiliki metode jitu yang disebut dengan Diskusi Kelompok
Terarah (DKT), yakni sebuah pembelajaran dan pendalaman topik guna menghimpun
potensi menuju perubahan yang diinginkan.
Sementara
itu, perbuatan adalah aktualisasi kecendrungan manusia terhadap apa yang
dipikirkan. Perbuatan yang lahir tidak atas idealisme seseorang bukan merupakan
cerminan perbuatan yang dimaksud. Sekali lagi, hal yang kita inginkan adalah
perilaku yang tunggal, bukan ganda. Artinya, perbuatan terbentuk dari idealisme
yang satu. Jika perbuatan terbentuk dari idealisme lain-lain berarti personality
individu tersebut ‘gado-gado’ atau tidak jelas, bahkan lahir sosok skeptisisme
(munafik). Daya intelektual disatukan dengan perbuatan akan melahirkan
idealisme sejati.
Perilaku
yang akan menjadi kunci perubahan di masyarakat adalah sikap yang mampu melalui
berbagai benturan dengan gemilang, adanya kepercayaan diri tanpa batas, dan
tekad untuk terus berjuang hingga titik nadir. Perubahan masyarakat akan
berimplikasi terhadap perubahan individu, karena di dalamnya ada interaksi
sebagai kontrol sosial yang dapat mendidik manusia.
Ø Model
–model berperilaku dan peranannya dalam psikologi manajemen
Ø Beberapa model-model perilaku konsumen dan peranannya dalam psikilogi manajemen antara lain:
Ø Beberapa model-model perilaku konsumen dan peranannya dalam psikilogi manajemen antara lain:
1. Model Howard-Sheth
Horward-Sheth membuat model perilaku konsumen
sebagai Variabel yang mendorongMerek(a) Kualitas(b) Harga(c) Kekhususan(d)
Service(e) KeterlibatanSosial(a) Keluarga(b) referent group(c) Kelas social
Mencarik kejelasan yg mendorong Perhatian menurut pandangan Pentingnya membeli Kebudayaan Kelas
social Kepribadian Pengaruh organisasi & masyarakat Tekanan waktu Status
keuangan Keyakinan Motif Pemahaman Merek Tujuan Sikap Kepuasan Membeli Tujuan Sikap Pemahaman merek .
2. Model Engel, Kollat dan Blackwell
Model ini menggambarkan
dengan jelas bagaimana seseorang melakukan pembelian, mulai timbulnya kebutuhan
sampai akhir pembelian yaitu penilaian setelah pembelian. Model ini didasarkan
pada proses pengambilan keputusan konsumen.
Tahap dasar dari proses
pembelian menurut model ini adalah: (1) motivasi, (2) pengamatan, (3) proses
belajar. Kemudian diteruskan dengan pengaruh dari kepribadian, sikap dan
perubahan sikap bekerja bersama pengaruh aspek sosial dan kebudayaan setelah
itu samapailah pada tahap proses pengambilakan keputusan konsumen.
Enggel, Kollat dan Black Well mengatakan bahwa mempelajari
perilaku konsumen adalah hampir sama dengan mempelajari perilaku manusia.
3. Model Nicosia
Anggapan dari model ini
adalah bahwa konsumen belum mempunyai perjalanan langsung tentang produk
tertentu atau merek tertentu.
Bidang satu merupakan aliran misi dari
perusahaan (periklanan produk) yang diterima dan dicerna oleh konsumen.
Kegiatan bidang satu meliputi dua sub bidang yaitu; (1) meliputi
atribut-atribut perusahaan dan produknya, karakteristik media, sasaran yang
dituju dan lain-lain. (2) faktor-faktor lingkungan, karakteristik kepribadian,
dan faktor kesadaran yang mempengaruhi penerimaan misi tersebut.
Bidang dua adalah aliran pencarian data yang meliputi percaarian
data internal dan eksternal. Perncarian data internal berhubungan dengan
pengenalan konsumen terhadap produk atau merek. Pencarian eksternal berhubungan
dengan informasi-informasi yang didapat dari lingkungan baik perusahaan,
keluarga maupun keleompok kerja.
Bidang tiga
merupakan paham yang mungkin terjadi
dari motivasi menjadi kegiatan untuk membeli. Jika pembelian terjadi, bidang em
pat adalah kegiatan konsumen untuk menyimpan dan mempergunakan produk tersebut.
4. Model Andarieasen
Model Andarieasen
dibangun dari konsepsi-konseosi tentang formasi sikap dan perubahannya dalam
psikologi sosial. Kunci perubahan sikap ditetntukan oleh berbagai macam jenis
informasi. Model ini menjelaskan seluruh proses dari rangsangan-rangsangan
sampai dengan hasilnya yang berupa perilaku, semua itu terkandung dalam siklus
pemrosesan informasi yg terdiri empat tahap yaitu: input berupa rangsangan
(stimuli), pengamatan (perception) dan penyaringan, perubahan-perubahan sifat,
serta macam hasil yang mungkin terjadi
Titik pusat model
Andarieasen adalah pada formasi sikap dan perubahan sikap. Perubahan cara
pengamatan konsumen terhadap produk perusahaan dapat dilakukan dengan
mempengaruhi sikap melalui jaringan produk dan komunikasi perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar