Stress yang
dialami para wanita
Wanita adalah
makhluk yang diciptakan tuhan dengan segala kelebihan dan kekurangannya .
wanita sangan istimewa karena ia dapat merasakan hal yang tidak ada pada kaum
lelaki . dengan itupun wanita memiliki masalahnya sendiri yang mungkin tidak
dapat dieasakan pula dengan kaum lelaki . ada berbagai masalah yang dialami wanita
salah satunya adalah stress.
Dalam ilmu psikologi, stress
merupakan tekanan atau tuntutan pada organisme untuk beradaptasi atau
menyelaraskan diri dengan lingkungan sehingga memiliki efek fisik dan psikis
serta dapat membuat perasaan positif atau negatif. Sedangkan tingkat stres
adalah hasil penilaian terhadap berat ringannya stress yang dialami seseorang.
Tingkatan stress ini diukur dengan menggunakan Depression Anxiety Stress Scale.
Studi di Amerika
Serikat, seperti dikutip dari Daily Mail,
mengungkapkan, wanita lebih sensitif terhadap kemunculan hormon stres, meski
dalam kadar minimal. Sedangkan pria cenderung imun terhadap hormon stres, meski
dalam kadar tinggi.
Kondisi itulah yang membuat wanita rentan terjerumus dalam krisis emosi di kehidupannya. Wanita lebih rentan mengalami depresi, trauma, dan masalah psikologis lainnya. Meski demikian, peneliti belum dapat mengungkap alasan biologisnya secara detail.
Studi dilakukan dengan fokus analisa hormon stres yaitu, corticotropinreleasing factor (CRF), senyawa yang memegang kontrol reaksi tubuh terhadap permasalahan hidup. CRF memegang kendali atas kondisi psikologis seseorang.
Studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Molecular Psychiatry dilakukan dengan percobaan menggunakan sampel tikus. Peneliti menganalisa sel-sel otak tikus betina dengan kadar CRF rendah. Meski memunculkan kondisi gembira, namun hormon stres terlihat mengikat kuat protein sel otak. Hal inilah yang membuat sensitivitasnya terhadap stres tinggi.
Kondisi itulah yang membuat wanita rentan terjerumus dalam krisis emosi di kehidupannya. Wanita lebih rentan mengalami depresi, trauma, dan masalah psikologis lainnya. Meski demikian, peneliti belum dapat mengungkap alasan biologisnya secara detail.
Studi dilakukan dengan fokus analisa hormon stres yaitu, corticotropinreleasing factor (CRF), senyawa yang memegang kontrol reaksi tubuh terhadap permasalahan hidup. CRF memegang kendali atas kondisi psikologis seseorang.
Studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Molecular Psychiatry dilakukan dengan percobaan menggunakan sampel tikus. Peneliti menganalisa sel-sel otak tikus betina dengan kadar CRF rendah. Meski memunculkan kondisi gembira, namun hormon stres terlihat mengikat kuat protein sel otak. Hal inilah yang membuat sensitivitasnya terhadap stres tinggi.
Wanita cendrung
lebih mudah stress disbanding pria!!!
Menurut Gobind Vashdev dalam buku
Happiness Inside menyatakan bahwa umumnya wanita lebih mudah mengalami stres
daripada pria. Secara fisiologis, otak wanita lebih kecil daripada otak pria.
Meskipun begitu, otak wanita bekerja 7-8 kali lebih keras dibandingkan pria
pada saat mengalami masalah. Inilah yang menyebabkan wanita lebih mudah merasa
stres daripada pria.
Selain itu, wanita selalu membuat
satu permasalah menjadi lebih kompleks, karena adanya jembatan pada otak kanan
dan otak kiri yang bernama corpus colasum yang lebih tebal dan lebih
banyak 30% daripada otak pria. Inilah yang memungkinkan bahwa wanita lebih
gampang stres karena wanita lebih mudah menghubungkan satu hal dengan hal
lainya. Selain itu, wanita cenderung melibatkan emosi dalam permasalahannya yang
berbeda dengan pria, yang hanya menggunakan logika ketika menghadapi masalah.
Bukti lain yang membuat wanita lebih
mudah stres yang diungkapkan oleh Simone de Beauvoir dalam bukunya Second Sex
bahwa adalah adanya keinginan untuk tampil menjadi wanita sempurna.
Menjadi pasangan yang dipandang cantik oleh kekasihnya, wanita karier dengan
karier yang gemilang dan keinginan tampil berbeda setiap harinya. Keinginan ini
bersumber dari dalam diri, bukan dari luar diri mereka.
Selain itu, menurut John Gray Ph.D menyatakan
bahwa wanita ingin selalu menyenangkan orang lain, mereka ingin selalu
memberikan yang terbaik tetapi memberi pada diri sendiri pun tidak cukup.
Inilah penyebab wanita kewalahan dan menderita stres yang tinggi. Selain dari
beberapa penyebab yang sudah dipaparkan di atas, kondisi hormonal yang tidak
seimbang sebelum menstruasi sangat mempengaruhi kondisi emosional wanita.
Sangat mudah kita tebak saat wanita sedang menstruasi, mereka akan mudah
marah, cerewet, lemas, tidak bersemangat dan ekspresi wajah yang kurang sedap
di pandang.
Tingkatan stress pada instrumen ini
berupa normal, rendah, sedang, berat, dan sangat berat[ sering ditemukannya kasus
stress terhadap wanita dengan berbagai penyebabnya . beberapa penyebab wanita
stress.
1. Stress
dalam pekerjaan dikantor maupun dirumah
kesulitan wanita dalam berganti
peran dalam kehidupan sosial dan rumah tangga. Di era modern ini, para wanita
diharapkan menjalankan berbagai peran menurut standar masyarakat yang ada.
Sebagai ibu, wanita harus memperhatikan dan mengasuh si buah hati, sebagai
istri, ia harus melayani suami dan menggerakkan roda kehidupan rumah tangga
bersama-sama, dan jika wanita tersebut bekerja, maka ia mempunyai peran
tambahan lagi, yaitu dengan melakukan profesi yang ia kerjakan. Apalagi, jika
profesi tersebut menuntut tanggung jawab yang berat seperti dokter, atau
pekerjaan yang membutuhkan waktu banyak. Semakin banyak peran yang anda ambil,
semakin banyak pula masalah atau konflik yang mungkin terjadi di berbagai
bidang tersebut. Misalnya selain mengalami konflik dengan suami, masalah di
tempat kerja juga masih muncul sebagai gangguan. Jika salah satu dari peran
tersebut gagal dikerjakan, maka tekanan yang mendera diri wanita tersebut dapat
mengakibatkan stres dan gangguan psikologis lainnya.
2. Stress
terhadap penuaan
Hal
ini sering teradi pada kalangan wanita pekerja terlebih pekerjaan yang
mengkhusus kan dia berpenampilan menarik selayaknya waita muda seperti
pragawati, pramugari, artis dan lain sebagainya . untuk itu tak jarang wanita
mengalami stress karena berpenampilan tidak menarik, keriput, tidak gesit dan
sebagainya dan itu membuat ia takut akan
menghancurkan karirnya. Atau bahkan seorang istri yang takut tidak cantik lagi
yang membuat sang suami kecewa .
3. Stress
terhadap pasca melahirkan
Wanita
memiliki hormone yang tidak stabil mulai pada saat pubertas hingga menjelang
monopouse , hal itu membuat wanita mudah cemas, marah , sedih dan sensitif
tanpa alas an yang pasti. Dan wanita mengalami stress pada saat melahirkan,
memang tidak semua wanita mengalami hal ini namun tidak jarang pula wanita mengalami
stress pasca melahirkan karena Takut dengan keadaan dirinya dan anaknya apalagi
wanita yang berada dalam keluarga yang tidak mampu , dia cemas akan biaya rumah
sakit, bidan dan sebagainya dan juga sang wanita yang mengandung buah hati
diluar pernikahan yang tidak sah atau bahkan wanita yang mempunyai suami tidak
bertanggung jawab , dia dituntut untuk mengandung tanpa ada pendamping seorang
suami .
Maka
tak jarang kita dengar wanita yang membuang buah hatinya , menelantarkannya bahkan
sampai tega membunuhnya dan terlebih lagi adalah wanita itu menjadi pengidap
gangguan jiwa. Untuk itu stress pasca melahirkan tidak boleh diremehkan .
4. Stress
terhadap suami yang nakal
Dalam
al-qur’an Istri adalah wanita yang diharuskan untuk melayani seorang suami
dengan sebaik mungkin. Namun tidak jarang suami yang kita cintai dan kita
percayai membuat kesalahan dengan selingkuh atau sebagainya . terkadang hal
tersebut membuat sang wanita tidak dapat menerima kenyataan bahwa suaminya
berbaauat seperti itu dan hal trsebut memuat sang wanita mengalami stress
terlebih jika sang wanita tidak bekerja/ kurang berada di lingkungan social dan
sudah memiliki anak . hal tersebut sangatlah sulit bagi sang wanita dengan
memendam perasaanya supaya sang anak tidak mengetahui dan keluargapun juga
tidak mengetahuinya .
maka tak jarang sang waita mengalami stress
berat dan melakukan tindakan criminal seperti membunuh suaminya, menelantarkaan
anak, anak menjadi sasaran kemarahan sang ibu kepada ayahnya, dan juga dengan
melampiaskan amarahnya dengan berbelanja sebanyak mungkin.
5. Stress
terhadap penampilan yang kurang menarik
Wanita
identic dengan keindahan , keindahan wajah, tubuh maupun sikapnya yang lemah
lembut. Nah wanita yang memiliki penampilan kurang menarik seperti berat badan
yang berlebihan, gaya rambut yang tidak sesuai dengan jaman bahkan wajah yang
terkadang membuat wanita tidak percaya diri akibatnya stress pun melanda banyak
wanita yang pada akhirnya melakukan oprasi plastic, sedot lemak , kesalon untuk
perawatan, dan lain sebagainya.
Dengan
alas an untuk menrik perhatian para kaum lelaki dan untuk tidak merasa
tersaingi oleh wanita lain . namun sebenarnya jika kita bersyukur dengan apa
yang kita punya semua itu akan lebih terasa nikmat .
6. Stress
karena hormone
Wanita
memiliki hormone yang sifatnya naik-turun.
fluktuasi hormon yang terjadi dengan
siklus menstruasi setiap bulan mungkin berkontribusi pada PramenstruasiSindrom
(PMS) dan gangguan dysphoric pramenstruasi (PMDD Sindrom) parah. Hal ini
ditandai terutama oleh depresi, kecemasan, dan perubahan suasana
hati yang terjadi seminggu sebelum menstruasi yang mungkin mengganggu fungsi
normal sehari-hari.
Hal apa yang harus dilakukan ?
1.
Bersantai dan meminum kopi
Bersantai adalah
cara yang paling bermanfaat karena dapat menetralisirkan pikiran-pikiran negative
juga membuat kita berfikir ulang tentang apa yang seharusnya dilakukan dana
cara yang terbaik menyelesaikannya .
Minum kopi dapat mengatasi stress
pada wanita. Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal
of Applied Social Psychology, dalam situasi stress wanita yang minum kopi
berkafein mampu tampil lebih baik dibandingkan pria. Studi yang dipimpin oleh
Dr Lindsay St Claire dari Universitas Bristol.
2.
Hangout dengan teman
Teman adalah salah satu yang kita butuhkan
saat keadaan genting, temanlah yang paling kita cari saat keadaan sedih maupun
gusar. Manfaat teman sangatlah besar, kia dapat leluasa bercerita tentang
masalah yang sedang dialami dan tak jarang teman yang memberi jalan keluar atau
sekedar memberi semangat . sekecil apapun hal yang dapat kita ambil namun
tetaplah teman yang berkontribusi meluapkan kejenuhan pikiran yang membuat
mengurangi stress tersebut.
3.
Memanjakan diri
Suatu cara untuk lebih menganal diri
sendiri tidak perlu mahal dan membuang uang , hal kecilpun bisa menenangkan
seperti menonton film kesukaan, bercengkrama dengan anak, mengunjungi rumah
orang tuan, mengunjungi museum-museum terdekat bukan hanya murah namun juga
menambah pengetahuan dan merelaxkan pikiran dari masalah yang dialami . namun jika
anda diberi rezeki yang berlebih makan ada dapat pergi ketempat spa, berbelanja
barang kesukaan , mengunjungi tempat menarik seperti pantai dan pegunungan yang
menyejukan .
4.
Meditasi
Meditasi adalah cara menetralkan pikiran
supaya dapat berfikir jernih dan menenangkan hati lebih efektif jika dibarengi
dengan music yang menenangkan seperti music klasik atau suara air dan burung ditambah dengan wewangian aromaterapi .
Wanita adalah makhluk yang lemah
lembut dan rentan namun tidak semuanya benar, terkadang wanita lebih tangguh
dan tegar dari kaum lelaki . maka tidak jarang kita mendengar bahwa wanita
adalah tiang penyanggah didalam rumah . maka dibalik pria yang sukses terdapat
wanita yang hebat.
Daftar Pustaka
Journal of
Health Psychology 1–11c The Author(s) 2014 Reprints and
permissions:sagepub.co.uk/journalsPermissions.navDOI: 10.1177/1359105314544132
D’Zurilla, T.J., Seedy,C.F(1991. Relation between social
problem-solving ability and subsequent level of psychological stress . journal
of personality and social psychology, 61(5), 841-846
Sulistiowati . Soesanto,Edy.Astuti Purwanti, Indri. HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN HIPEREMESIS
GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRI MESTER I DI BPS NY.
SAYIDAH KENDAL.Program
Studi D-III Kebidanan, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan .Universitas
Muhammadiyah Semarang
Guyton
AC., Hall JE. 2004. Text Book of Medical Physiology. 10th ed. New York: WB.
Saunders Company
Rini, J.F., Stress Kerja, Jakarta, Team
e-psikologi.com, 2002, URL: http://dennyhendrata.wordpress.com/2006/12/04/stress-kerja/
Sriati,
A., Tinjauan Tentang Stress, Universitas Padjadjaran, Jatinagor, 2008.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar