Kamis, 30 Oktober 2014

2pa04-TugasII-Kelompok7-Aspek psikologis dari individu pengguna internet

2pa04-TugasII-Kelompok7-Aapek psikologis dari individu pengguna internet
Aspek psikologis dari individu pengguna internet


Pendahuluan

            Internet merupakan akses lain untuk berkomunikasi dengan sesama, di zaman modern ini internet sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan. Seiring berjalannya waktu kini banyak sekali terjadinya fenemona identitas diri melalui internet secara identitas nyata maupun identitas virtual yang memungkinkan individu mengubah sama sekali identitas nyatanya.

Rumusan masalah

1. adakah fenomena identitas yang terjadi pada pengguna internet ?
2. Bagaimana karakteristik kepribadian pengguna internet?

Tujuan

1. mengetahui fenomena identitas pengguna internet
2. mengetahui karakteristik kepribadian pengguna internet
Pembahasan

            A. Fenomena identitas diri pengguna  internet

Melalui identitas online konsisten dengan teori-teori pembentukan sosial. Identitas online dapat digunakan untuk mengeksplorasi aspek-aspek diri, memfasilitasi kesadaran diri yang lebih besar dan menjadi katalis untuk perubahan positif. Bahkan identitas online justru memfasilitasi flexible selves seseorang yang merupakan adaptasi yang wajar dan perwujudan eksplorasi diri. Dunia maya juga memfasilitasi keterbukaan emosional di ruang maya yang membuat individu mampu mengekspresikan diri dan dimengerti. Hubungan yang berarti terbentuk di dunia maya, kerena media ini secara natural memfasilitasi individu memaparkan diri lebih intim denga mediasi layar dan nama samaran.
Transparansi membuat masyarakat sekarang berbuat maupun mencari sesuatu yang kredibel. Orang tidak gampang dibohongi. Semua jejak rekam kita ada di dalam internet. Kita dituntut bisa hidup otentik. Namun di sini lain , internet juga menyuguhkan ketidakotentikan yang ujungnya ketidakkredibelan. Contoh kasus, maraknya akun-akun palsu di media sosial yang mempunyai daya pengaruh kuat (di Twitter, misalnya Benny Israel). Selain itu, muncul gerakan Anonymous di media sosial. Belum lagi dengan Net-Terrorist yang doyan merusak dan mencari masalah di internet. Hal ini yang justru melahirkan ketidakpercayaan. Di internet, kita bisa kelihatan jati diri kita tapi juga bisa menyembunyikan jati diri kita. Lain contoh adalah kejahatan maupun penipuan online, melalui Facebook yang selama ini marak. Fenomena kepribadian ganda juga bisa masuk di sini.
Dunia virtual memang bukan dunia real. Kartunis Peter Steiner pernah mengirim karikatur seekor anjing sedang bermain internet dan dipublikasikan di The New Yorker, 5 Juli 1993 dengan tulisan “On the internet, nobody knows you’re a dog.” Sementara itu, pemikir Prancis Jean Baudrillard menandaskan dunia sekarang semakin masuk ke hipperrealitas di mana kita tidak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang bukan. Perasaan kita bisa turut lebih hanyut pada penderitaan tokoh dalam sinetron yang notabene tidak nyata daripada tersentuh dengan nasib tetangga yang nyata ada dan sedang kena musibah. Psikolog John Suler, seperti dikutip dari buku “Facebook and Philosophy: What’s on Your Mind?” (2010), mengatakan bahwa dunia online telah memicu “disinhibition effect” di mana orang lebih gampang menampilkan kesejatian dirinya (self-disclose) bila dibanding dalam dunia nyata. Di sini, orang bisa mengeluarkan semua isi hati, kekesalan, kritikan, komentar provokatif, dan sebagainya.
B. Karakteristik Kepribadian Pengguna Internet

            Kepribadian adalah karakteristik dinamik dan terorganisasi dari seorang individu yang mempengaruhi kognisi, motivasi, dan perilakunya. Kepribadian bersifat unik dan konsisten sehingga dapat digunakan untuk membedakan antara individu satu dengan lainnya. Keunikan inilah yang menjadikan kepribadian sebagai variabel yang digunakan untuk menggambarkan diri individu yang berbeda dengan individu lainnya. Karakteristik seseorang akan telihat berbeda, ketika dia berada didunia nyata dengan saat dia berada di jejaring sosial. Saat didunia nyata mungkin dilihat karakternya sangat pendiam dan tidak mudah bergaul atau tidak asik untuk diajak berbicara, namun lain halnya saat didunia maya. Karakter dia menjadi anak yang mudah bergaul dan asik untuk diajak bebicara. Hal ini kental dengan unsur paradoksnya, yakni orang berani menampilkan dirinya yang nyata (real self) di media yang tidak nyata atau lebih tepat disebut sebagai dunia virtual dan dengan identitas yang anonim.

Kesimpulan :

Seperti penuturan diatas bahwa kini sudah banyak orang yang menjadikan internet sebagai mediator untuk mengungkapkan hal yang tidak bisa di ungkapkan didunia nyata misalnya yang berhubungan dengan emosional. Sisi positifnya adalah saat seorang pemalu didunia nyata bisa lebih menjadi berani di dunia virtual , sisi negatifnya adalah akan adanya orang yang tidak bertanggung jawab (menggunakan identitas palsu) ketika terjadi pertentangan atau konflik dan dapat memperburuk masalah.

Daftar Pustaka :




Saran dan pertanyaan silahkan masukkan dalam kolom komentar dibawah ini :-D


Team work :

Arif Arrohman (11513320) "arifarrohman123.blogspot.com"

Pendahuluan + Fenomena Identitas Diri

Dita Ananda W (12513602) "ditaananda15.blogspot.com"

Rumusan Masalah + Fenomena Identitas Diri

Retno Bembi R (17513450) "retnobembi.wordpress.com

Tujuan + Karakteristik Pengguna Internet

Syifa Wardhani (18513774) "syifafawardhani.blogspot.com"

Kesimpulan + Karakteristik Pengguna Internet

12 komentar:

  1. sangant setuju dengan kesimpulanya, makasi ya infonya :D

    BalasHapus
  2. apakah karekteristik kepribadian pengguna internet ada hubungannya dengan aspek psikologis dari individu pengguna internet?
    terima kasih

    BalasHapus
  3. Kurang lengkap nih info nya... tapi so far so good lah

    BalasHapus
  4. aviadi : sama-sama vidi :D
    inka : pasti ada hubungannya karena karakteristik pengguna internet itu termasuk aspek psikologis.

    BalasHapus
  5. rizqi: maaf kalau infonya kurang lengkat, anda bisa mencari kekurangan info kami di berbagai sumber lain yang berkaitan. trimakasih.

    BalasHapus
  6. Hai ka, Anyway apakah karakteristik sesorang bisa berubah karena penggunaan Internet pada masa kini? Jelaskan yaaa :))
    Keep posting, sissy! :))
    God bless you! <3

    BalasHapus
  7. dita, mengapa anak bisa terbuka saat di dunia maya tapi saat dalam keluarganya dia sangat tertutup?
    apa dampaknya?
    tengkyu :)

    BalasHapus
  8. jovita (jojochayankk) : menurut saya bisa kenapa?! karena seperti teori modeling seseorang akan mengikuti apa yang sedang "eksis" pda saat itu dan orang itu mengaggap bahwa itu hal yangg menarik untuk diikuti.


    yosepine(opine): menurut pandangan saya seseorang mempunyai "comfort zone" dimana orang akan merasa nyaman di zonanya masing-masing. kita ketahui dunia maya dapat diakses dimana saja dan tanpa orang mengetahui apa yang diperbincangkan tentu saja itu sangat membuat orang nyaman.
    ini dipengaruh oleh sifat anak yang exstrofert atau introfert dan dipengaruhi oleh keadaan keluarga yang dia miliki , mungkin saat anak tersebut berbicara , keluarganya tidak menanggapa atau bahkan di cerca itu yang membuat si anak memilih zona amanya di dunia maya.

    thanks for your question guys,, have nice day #lovedita

    BalasHapus
  9. Dita, apa penyebab spesifik yg bisa membuat karakteristik seseorang di dunia maya sangat berbeda dengan karakteristik dia di kehidupan nyatanya?

    BalasHapus
  10. Assalamu alaikum. Hallo, Tanaya :))
    Btw, menurutmu perlu atau tidak identitas diri dalam beraktivitas/pergaulan di dunia maya? dan mengapa?

    BalasHapus
  11. Melalui identitas online konsisten dengan teori-teori pembentukan sosial. Identitas online dapat digunakan untuk mengeksplorasi aspek-aspek diri, memfasilitasi kesadaran diri yang lebih besar dan menjadi katalis untuk perubahan positif.
    -
    Yang dimaksud katalis dalam hal statement ini apa sih?

    BalasHapus