Sabtu, 10 Oktober 2015

definisi dan dimensi komunikasi



Menurut Wikipedia indinonesia definisi komunikasi adalah penjabaran tentang arti istilah komunikasi berdasarkan pencetusnya. Artikel ini berisi daftar definisi komunikasi.
Menurut Onong Uchjana Effendy komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media)
Analisis Pengertian Komunikasi Dan 5 (Lima) Unsur Komunikasi Menurut Harold Lasswell Sat, 10/11/2007 - 6:54pm — Rejals Analisis Definisi Komunikasi Menurut Harold Lasswell
Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa? mengatakan apa? dengan saluran apa? kepada siapa? dengan akibat atau hasil apa? (who? says what? in which channel? to whom? with what effect?). (Lasswell 1960).
Analisis 5 unsur menurut Lasswell (1960):
1. Who? (siapa/sumber). Sumber/komunikator adalah pelaku utama/pihak yang mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi atau yang memulai suatu komunikasi,bisa seorang individu,kelompok,organisasi,maupun suatu negara sebagai komunikator.
2. Says What? (pesan). Apa yang akan disampaikan/dikomunikasikan kepada penerima(komunikan),dari sumber(komunikator)atau isi informasi.Merupakan seperangkat symbol verbal/non verbal yang mewakili perasaan,nilai,gagasan/maksud sumber tadi. Ada 3 komponen pesan yaitu makna,symbol untuk menyampaikan makna,dan bentuk/organisasi pesan.
3. In Which Channel? (saluran/media). Wahana/alat untuk menyampaikan pesan dari komunikator(sumber) kepada komunikan(penerima) baik secara langsung(tatap muka),maupun tidak langsung(melalui media cetak/elektronik dll).
4. To Whom? (untuk siapa/penerima). Orang/kelompok/organisasi/suatu negara yang menerima pesan dari sumber.Disebut tujuan(destination)/pendengar(listener)/khalayak(audience)/komunikan/penafsir/penyandi balik(decoder).
5. With What Effect? (dampak/efek). Dampak/efek yang terjadi pada komunikan(penerima) setelah menerima pesan dari sumber,seperti perubahan sikap,bertambahnya pengetahuan, dll.
Contoh: Komunikasi antara guru dengan muridnya. Guru sebagai komunikator harus memiliki pesan yang jelas yang akan disampaikan kepada murid atau komunikan.Setelah itu guru juga harus menentukan saluran untuk berkomunikasi baik secara langsung(tatap muka) atau tidak langsung(media).Setelah itu guru harus menyesuaikan topic/diri/tema yang sesuai dengan umur si komunikan,juga harus menentukan tujuan komunikasi/maksud dari pesan agar terjadi dampak/effect pada diri komunikan sesuai dengan yang diinginkan.
Kesimpulan: Komunikasi adalah pesan yang disampaikan kepada komunikan(penerima) dari komunikator(sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung/tidak langsung dengan maksud memberikan dampak/effect kepada komunikan sesuai dengan yang diingikan komunikator.Yang memenuhi 5 unsur who, says what, in which channel, to whom, with what effect.
Pendapat para ahli :
·         Raymond Ross
Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu penerima pesan membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.

·         Gerald R. Miller
Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk mempengaruhi perilaku mereka.

·        Everett M. Rogers
Komunikasi adalah proses suatu ide dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.

·        Carl I. Hovland
Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan (biasanya dengan menggunakan lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain.

·        New Comb
Komunikasi adalah transmisi informasi yang terdiri dari rangsangan diskriminatif dari sumber kepada penerima.

·        Bernard Barelson & Garry A. Steiner
Komunikasi adalah proses transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, grafis, angka, dsb.

·        Colin Cherry
Komunikasi adalah proses dimana pihak-pihak saling menggunakan informasi dengan untuk mencapai tujuan bersama dan komunikasi merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerus rangsangan dan pembangkitan balasannya.

·        Forsdale (1981)
seorang ahli pendidikan terutama ilmu komunikasi : Dia menerangkan dalam sebuah kalimat bahwa “communication is the process by which a system is established, maintained and altered by means of shared signals that operate according to rules”. Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu sistem dibentuk, dipelihara, dan diubah dengan tujuan bahwa sinyal-sinyal yang dikirimkan dan diterima dilakukan sesuai dengan aturan
Analisis : Komunikasi adalah sebuah cara yang digunakan sehari-hari dalam menyampaikan pesan/rangsangan(stimulus) yang terbentuk melalui sebuah proses yang melibatkan dua orang atau lebih. Dimana satu sama lain memiliki peran dalam membuat pesan, mengubah isi dan makna, merespon pesan/rangsangan tersebut, serta memeliharanya di ruang publik. Dengan tujuan sang "receiver" (komunikan) dapat menerima sinyal-sinyal atau pesan yang dikirimkan oleh "source" (komunikator)

·        William J. Seller
William J.Seller mengatakan bahwa komunikasi adalah proses dimana simbol verbal dan nonverbal dikirimkan, diterima dan diberi arti.
Dimensi Komunikasi

Dimensi isi disandi secara verbal, sementara dimensi hubungan disandi secara nonverbal. Dimensi isi menunjukkan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan. Sedangkan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya yang juga mengisyaratkan bagaimana hubungan para komunikasi itu, dan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan.
Dalam komunikasi massa, dimensi isi merujuk pada isi pesan, sedangkan dimensi hubungan merujuk kepada unsur-unsur lain, termasuk juga jenis saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut. Pengaruh suatu berita atau artikel dalam surat kabar, misalnya, hanya bukan bergantung pada isinya, namun juga pada siapa, penulisnya, tata letak (lay out)-nya, jenis huruf yang digunakan, warna tulisan, dan sebagainya.

1.   Dimensi Komunikasi Sistem Organisasi 
a. Komunikasi Internal
Komunikasi internal organisasi adalah proses penyampaian pesan antara anggota-anggota organisasi yang terjadi untuk kepentingan organisasi, seperti komunikasi antara pimpinan dengan bawahan, antara sesama bawahan, dsb. Proses komunikasi internal ini bisa berujud komunikasi antarpribadi ataupun komunikasi kelompok. Juga komunikasi bisa merupakan proses komunikasi primer maupun sekunder (menggunakan media nirmassa). Komunikasi internal ini lazim dibedakan menjadi dua, yaitu:
·            Komunikasi vertikal, yaitu komunikasi dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Komunikasi dari pimpinan kepada bawahan dan dari bawahan kepada pimpinan. Dalam komunikasi vertikal, pimpinan memberikan instruksi-instruksi, petunjuk-petunjuk, informasi-informasi, dll kepada bawahannya. Sedangkan bawahan memberikan laporan-laporan, saran-saran, pengaduan-pengaduan, dsb. kepada pimpinan.
·            Komunikasi horizontal atau lateral, yaitu komunikasi antara sesama seperti dari karyawan kepada karyawan, manajer kepada manajer. Pesan dalam komunikasi ini bisa mengalir di bagian yang sama di dalam organisasi atau mengalir antarbagian. Komunikasi lateral ini memperlancar pertukaran pengetahuan, pengalaman, metode, dan masalah. Hal ini membantu organisasi untuk menghindari beberapa masalah dan memecahkan yang lainnya, serta membangun semangat kerja dan kepuasan kerja.
b. Komunikasi Eksternal
Komunikasi eksternal organisasi adalah komunikasi antara pimpinan organisasi dengan khalayak di luar organisasi. Pada organisasi besar, komunikasi ini lebih banyak dilakukan oleh kepala hubungan masyarakat dari pada pimpinan sendiri. Yang dilakukan sendiri oleh pimpinan hanyalah terbatas pada hal-hal yang ianggap sangat penting saja. Komunikasi eksternal terdiri dari jalur secara timbal balik:
                  Komunikasi dari organisasi kepada khalayak. Komunikasi ini dilaksanakan umumnya bersifat informatif, yang dilakukan sedemikian rupa sehingga khalayak merasa memiliki keterlibatan, setidaknya ada hubungan batin. Komunikasi ini dapat melalui berbagai bentuk, seperti: majalah organisasi; press release; artikel surat kabar atau majalah; pidato radio; film dokumenter; brosur; leaflet; poster; konferensi pers.
                  Komunikasi dari khalayak kepada organisasi. Komunikasi dari khalayak kepada organisasi merupakan umpan balik sebagai efek dari kegiatan dan komunikasi yang dilakukan oleh organisasi.

2.      Dimensi Komunikasi Antar Budaya
Dari tema pokok demikian, maka perlu pengertian – pengertian operasional dari kebudayaan dan kaitannya dengan KAB. Untuk mencari kejelasan dan mengintegrasikan berbagai konseptualisasi tentang kebudayaan komunikasi antar budaya, ada 3 dimensi yang perlu diperhatikan(kim.1984:17-20).
1.      Tingkat masyarakat kelompok budaya dari partisipan-partisipan komunikasi.
2.      Konteks sosial tempat terjadinya KAB.
Saluran yang dilalui oleh pesan-pesan KAB (baik yang bersifat verbal maupun nonverbal).

Kamis, 01 Oktober 2015

pengertian psi.manajemen & psi.organisasi



Pengertian psikologi managemen
Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan. Dan hubungannya dengan Psikologi adalah ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun. Pasalnya, ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.

contoh :
Dulu dalam manajemen, orang berproduksi hanya mengandalkan sumber daya alam. Misalnya, orang berburu, memancing atau memetik hasil hutan saja untuk memenuhi keperluannya. Tetapi lama-kelamaan mulai terasa bahwa dengan menambahkan sumber daya manusia (terutama akalnya), maka orang akan bisa lebih efektif dan efisien dalam berproduksi. Maka mulailah dikenal pertanian, peternakan dan upaya budi daya sumber-sumber alam lainnya.

Setelah itu, timbul lagi kebutuhan akan modal, karena dengan investasi dana tertentu, akan bisa dibuat alat tertentu untuk lebih meningkatkan lagi efisiensi dan efektivitas produksi. Maka sejak zaman revolusi industri, tiga modal kerja yang utama adalah SDA (Sumber Daya Alam), SDU (Uang) dan SDM (Manusia), dan ilmu manajemen pun berkisar pada upaya untuk mengoptimalkan kinerja antar ketiga modal kerja itu.

Kaitannya dengan psikologi:
Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun. Pasalnya, ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.
Kegiatan intervensi (yg bertujuan untuk "mengolah" manusia) inilah yg menjadi titik tolak dari kajian ilmu psikologi manajemen. Hal ini bertujuan agar seluruh kayawan / SDM dari suatu organisasi/perusahaan mengerti betul akan tugasnya, mampu memberikan informasi kepada pelanggan atau rekan sekerjanya, dan pada akhirnya membuat karyawan itu senang pada pekerjaan dan perusahaannya.

  Pengertian psikologi managemen
            Psikologi organisasi adalah bidang yang menggunakan metodologi ilmiah untuk lebih memahami perilaku individu dalam pengaturan organisasi. Pengetahuan ini diterapkan,
dalam berbagai cara, untuk membantu fungsi organisasi lebih efektif. Hal ini penting karena
organisasi yang efektif biasanya lebih produktif, sering memberikan
jasa berkualitas tinggi,
dan biasanya lebih sukses secara finansial dari
pada  organisasi yang kurang efektif.
 Untuk organisasi swasta, kesuksesan sering menyebabkan peningkatan kekayaan pemegang saham dan keamanan kerja yang lebih besar untuk karyawan. Untuk organisasi publik seperti polisi departemen, pemerintah kota, dan perguruan tinggi negeri, kesuksesan berarti tingginya kualitas layanan dan penghematan biaya bagi pembayar pajak. Manfaat tidak langsung juga terkait dengan efektivitas organisasi ditingkatkan dan keberhasilan akan lebih sering datang.
Organisasi yang sukses menyediakan kesempatan kerja, memfasilitasi kesejahteraan ekonomi bagi anggota masyarakatnya. Juga, dalam banyak kasus, karyawan dalam organisasi yang sukses lebih puas dan terpenuhi dalam pekerjaan mereka daripada karyawan dalam organisasi kurang berhasil. Sikap positif dapat membawa lebih untuk peran nonpekerjaan seperti orang tua dan masyarakat anggota.
Konsumen juga mendapatkan keuntungan dari peningkatan efektivitas organisasi karena dikelola dengan baik, organisasi yang efisien sering menghasilkan produk dan memberikan layanan dengan jauh lebih rendah daripada biaya kurang berhasil mereka pesaing. Penghematan biaya seperti ini sering diteruskan kepada konsumen dalam bentuk harga yang lebih rendah.
Singkatnya, setiap orang adalah pemenang potensial ketika organisasi berfungsi secara efektif. Organisasi psikologi berusaha untuk meningkatkan efektivitas organisasi melalui penelitian ilmiah dan penerapan temuan hasil penelitian.

APAKAH PSIKOLOGI
ORGANISASI ITU
Dalam arti paling umum, psikologi organisasi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku individu dan perilaku kelompok dalam aturan organisasi formal. Katz dan Kahn, dalam karya  klasik mereka, The Psychology Sosial Organisasi (1978), menyatakan bahwa esensi dari sebuah organisasi adalah "pola" atau motif perilaku manusia. Ketika perilaku berpola, beberapa struktur  dikenakan pada individu.
Struktur ini biasanya datang dalam bentuk peran (normatif standar yang mengatur perilaku) serta adanya pedoman nilai. Sebuah organisasi tidak bisa ada apabila orang hanya "melakukan sendiri hal itu "tanpa kesadaran perilaku orang lain. Mengingat karakteristik Katz dan Kahn mendefinisikan organisasi (misalnya, pola aktivitas), mudah untuk melihat bahwa ada banyak organisasi di dunia ini.
 Sekelompok lima orang yang secara teratur bermain poker, pada hari jumat malam akan cocok dengan definisi ini, seperti juga pada perusahaan multinasional. Oleh karena itu, untuk lebih lanjut mendefinisikan bidang psikologi organisasi, penting untuk membedakan antara formal dan informal organisasi. Sebuah organisasi formal adalah salah satu yang organisasi yang memiliki ciri beberapa pernyataan yang menyatakan memenuhi tujuan, dan tujuan yang
sering dinyatakan secara tertulis.
Organisasi formal juga biasanya menunjukkan beberapa tingkat kontinuitas dari waktu ke waktu, mereka sering bertahan hidup jauh lebih lama dari
anggota pendiri lakukan.
Organisasi bisnis jelas menunjukkan karakteristik ini yang mendefinisikan dari organisasi formal, seperti halnya banyak lain organisasi nirlaba dan pemerintah lembaga. Sebaliknya, sebuah organisasi informal di mana tujuannya adalah biasanya kurang eksplisit daripada organisasi formal. Kembali ke contoh sebelumnya dari lima poker pemain, orang-orang ini jelas menghabiskan waktu mereka karena mereka menikmati bermain poker dan, kemungkinan besar, setiap perusahaan akan berbeda. Sangat diragukan, meskipun, bahwa dalam situasi ini tujuan tersebut ditulis, atau bahkan secara eksplisit dinyatakan. Hal ini juga diragukan apakah kelompok kecil ini akan terus ada jika tiga dari lima anggota pindah ke kota lain atau hanya kehilangan minat di poker.
Psikologi organisasi yang bersangkutan dengan studi organisasi formal. Tidak berarti bahwa organisasi formal menarik bagi psikologi organisasi selalu pada organisasi bisnis. Sepanjang bab  buku ini, banyak penelitian akan dijelaskan yang dilakukan dalam organisasi non-bisnis seperti sebagai lembaga pemerintah, universitas, dan nirlaba lembaga layanan sosial.
            Hal lain yang perlu dicatat adalah bahwa fokus pada organisasi formal tidak menghalangi studi tentang  proses organisasi informal, kelompok dan organisasi. Kita tahu, misalnya, bahwa hubungan persahabatan resmi ada dalam organisasi, dan mereka memiliki implikasi penting untuk fungsi organisasi formal (Riordan & Griffith, 1995). Dalam nada yang sama, proses yang terjadi dalam kelompok-kelompok informal dan organisasi dapat memberikan beberapa wawasan ke dalam proses yang terjadi dalam organisasi formal. Misalnya, cara di mana sebuah status hierarchy berkembang pada kelompok informal dapat membantu kita untuk lebih memahami munculnya kepemimpinan dalam organisasi formal.         Hal lain yang diklarifikasi dalam definisi diberikan di atas ada hubungannya dengan istilah psikologi itu sendiri.
Psikologi adalah studi ilmiah  perilaku manusia tentang perilaku  individu dan mental proses. Dua hal yang penting untuk dicatat tentang definisi ini. Pertama, organisasi psikolog menggunakan metode penyelidikan ilmiah untuk kedua studi dan campur tangan dalam organisasi. Ini berarti bahwa psikolog organisasi menggunakan pendekatan berbasis data sistematis untuk kedua proses studi organisasi dan memecahkan masalah organisasi. "Data" digunakan oleh psikolog organisasi, mungkin datang dalam berbagai bentuk, termasuk survei tanggapan, wawancara, observasi, dan, dalam beberapa kasus, catatan organisasi. Kedua, psikologi organisasi secara intelektual berakar pada bidang yang lebih besar psikologi. Implikasi yang paling penting dari ini koneksi ke bidang yang lebih luas psikologi adalah bahwa psikologi organisasi berfokus pada perilaku individu.
Pernyataan ini mungkin tampak aneh, mengingat bahwa sebagian besar dari teks ini dikhususkan untuk kedua kelompok dan organisasi-tingkat proses. Artinya adalah bahwa terlepas dari tingkat di mana beberapa fenomena terjadi, perilaku individu yang paling penting adalah faktor mediasi (Porras & Robertson, 1992). Jadi, untuk memahami dampak dari kelompok dan organisasi-tingkat variabel, kita harus fokus pada bagaimana mereka mempengaruhi  perilaku individu. Kelompok dan organisasi tidak berperilaku akan dilakukan orang. Fokus yang kuat pada perilaku individu juga berfungsi untuk membedakan organisasi psikologi dari ilmu sosial lain (misalnya, sosiologi, ekonomi, dan ilmu politik) yang berusaha menjelaskan proses organisasi. Hal ini juga salah satu cara di mana psikologi organisasi berbeda dengan bidang terkait erat dari organisasi