Aspek psikologis dari individu pengguna internet
Pendahuluan
Internet
merupakan akses lain untuk berkomunikasi dengan sesama, di zaman modern ini
internet sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan. Seiring berjalannya waktu
kini banyak sekali terjadinya fenemona identitas diri melalui internet secara
identitas nyata maupun identitas virtual yang memungkinkan individu mengubah
sama sekali identitas nyatanya.
Rumusan masalah
1. adakah fenomena
identitas yang terjadi pada pengguna internet ?
2. Bagaimana
karakteristik kepribadian pengguna internet?
Tujuan
1. mengetahui fenomena
identitas pengguna internet
2. mengetahui
karakteristik kepribadian pengguna internet
Pembahasan
A.
Fenomena identitas diri pengguna internet
Melalui
identitas online konsisten dengan teori-teori pembentukan sosial. Identitas
online dapat digunakan untuk mengeksplorasi aspek-aspek diri, memfasilitasi
kesadaran diri yang lebih besar dan menjadi katalis untuk perubahan positif.
Bahkan identitas online justru memfasilitasi flexible selves seseorang yang
merupakan adaptasi yang wajar dan perwujudan eksplorasi diri. Dunia maya juga
memfasilitasi keterbukaan emosional di ruang maya yang membuat individu mampu
mengekspresikan diri dan dimengerti. Hubungan yang berarti terbentuk di dunia
maya, kerena media ini secara natural memfasilitasi individu memaparkan diri
lebih intim denga mediasi layar dan nama samaran.
Transparansi
membuat masyarakat sekarang berbuat maupun mencari sesuatu yang kredibel. Orang
tidak gampang dibohongi. Semua jejak rekam kita ada di dalam internet. Kita
dituntut bisa hidup otentik. Namun di sini lain , internet juga menyuguhkan
ketidakotentikan yang ujungnya ketidakkredibelan. Contoh kasus, maraknya
akun-akun palsu di media sosial yang mempunyai daya pengaruh kuat (di Twitter,
misalnya Benny Israel). Selain itu, muncul gerakan Anonymous di media sosial.
Belum lagi dengan Net-Terrorist yang doyan merusak dan mencari masalah di
internet. Hal ini yang justru melahirkan ketidakpercayaan. Di internet, kita
bisa kelihatan jati diri kita tapi juga bisa menyembunyikan jati diri kita.
Lain contoh adalah kejahatan maupun penipuan online, melalui Facebook yang
selama ini marak. Fenomena kepribadian ganda juga bisa masuk di sini.
Dunia
virtual memang bukan dunia real. Kartunis Peter Steiner pernah mengirim
karikatur seekor anjing sedang bermain internet dan dipublikasikan di The New
Yorker, 5 Juli 1993 dengan tulisan “On the internet, nobody knows you’re a
dog.” Sementara itu, pemikir Prancis Jean Baudrillard menandaskan dunia
sekarang semakin masuk ke hipperrealitas di mana kita tidak bisa membedakan
mana yang asli dan mana yang bukan. Perasaan kita bisa turut lebih hanyut pada
penderitaan tokoh dalam sinetron yang notabene tidak nyata daripada tersentuh
dengan nasib tetangga yang nyata ada dan sedang kena musibah. Psikolog John
Suler, seperti dikutip dari buku “Facebook and Philosophy: What’s on Your
Mind?” (2010), mengatakan bahwa dunia online telah memicu “disinhibition
effect” di mana orang lebih gampang menampilkan kesejatian dirinya
(self-disclose) bila dibanding dalam dunia nyata. Di sini, orang bisa
mengeluarkan semua isi hati, kekesalan, kritikan, komentar provokatif, dan
sebagainya.
B.
Karakteristik Kepribadian Pengguna Internet
Kepribadian
adalah karakteristik dinamik dan terorganisasi dari seorang individu yang
mempengaruhi kognisi, motivasi, dan perilakunya. Kepribadian bersifat unik dan
konsisten sehingga dapat digunakan untuk membedakan antara individu satu dengan
lainnya. Keunikan inilah yang menjadikan kepribadian sebagai variabel yang
digunakan untuk menggambarkan diri individu yang berbeda dengan individu
lainnya. Karakteristik seseorang akan telihat berbeda, ketika dia berada
didunia nyata dengan saat dia berada di jejaring sosial. Saat didunia nyata
mungkin dilihat karakternya sangat pendiam dan tidak mudah bergaul atau tidak
asik untuk diajak berbicara, namun lain halnya saat didunia maya. Karakter dia
menjadi anak yang mudah bergaul dan asik untuk diajak bebicara. Hal ini kental
dengan unsur paradoksnya, yakni orang berani menampilkan dirinya yang nyata
(real self) di media yang tidak nyata atau lebih tepat disebut sebagai dunia
virtual dan dengan identitas yang anonim.
Kesimpulan
:
Seperti penuturan
diatas bahwa kini sudah banyak orang yang menjadikan internet sebagai mediator
untuk mengungkapkan hal yang tidak bisa di ungkapkan didunia nyata misalnya
yang berhubungan dengan emosional. Sisi positifnya adalah saat seorang pemalu
didunia nyata bisa lebih menjadi berani di dunia virtual , sisi negatifnya adalah
akan adanya orang yang tidak bertanggung jawab (menggunakan identitas palsu) ketika
terjadi pertentangan atau konflik dan dapat memperburuk masalah.
Daftar Pustaka :
Daftar Pustaka :
Saran dan pertanyaan silahkan masukkan dalam kolom komentar dibawah ini :-D
Team work :
Arif Arrohman (11513320) "arifarrohman123.blogspot.com"
Pendahuluan + Fenomena Identitas Diri
Dita Ananda W (12513602) "ditaananda15.blogspot.com"
Rumusan Masalah + Fenomena Identitas Diri
Retno Bembi R (17513450) "retnobembi.wordpress.com
Tujuan + Karakteristik Pengguna Internet
Syifa Wardhani (18513774) "syifafawardhani.blogspot.com"
Kesimpulan + Karakteristik Pengguna Internet